Monthly Archives: July 2016

TIM LOMBA BASKET: ASAH BAKAT DAN MINATMU

Jumat, 29 Juli 2016 SMAK Santo Paulus mengadakan seleksi untuk Tim Lomba Basket Putra di Gedung Olah Raga SMAK Santo Paulus Jember. Guru yang menyeleksi adalah Bapak Putu dan Bapak Walid. Mereka adalah pelatih basket yang berkompeten. Seleksi Tim Lomba basket diikuti oleh murid kelas X dan XI yang memang tertarik dan berbakat dalam hal olah raga basket. Siang tadi, peserta yang mengikuti seleksi TL berjumlah 24 murid.

Kegiatan seleksi dimulai pada pukul 11.30 WIB dan berakhir pukul 13.00. Seleksi dimulai dengan berbagai tes seperti berlari setengah sekolah sebanyak 10 kali, Lay Up, dan bertanding antarkelompok. Dari 24 murid yang mengikuti seleksi hanya 7 orang yang terpilih. Mereka yang terpilih menjadi anggota TL Basket sekolah adalah Willy, Ricky, Mario, Natanael, Michael Yang, Anton, dan Yonathan Kevin. Selamat bergabung dengan TL Basket SMAK Santo Paulus bagi teman-teman yang telah lolos seleksi sedangkan bagi yang belum beruntung janganlah berkecil hati.  Semoga bakat kalian semua di bidang olah raga semakin berkembang sehingga dapat mengharumkan nama sekolah kita tercinta (Shelly Kelas XI IPA4 dan Shella Kelas XI IPA2).

KANTIN SEKOLAHKU

kantin2kantin1

Semenjak tahun ajaran 2016/2017 dimulai, perubahan yang cukup signifikan banyak terjadi di sekolah kita, salah satunya dapat kita temukan di kantin. Mulai dari bertambahnya jumlah kursi dan meja hingga suasana ramai saat bel tanda istirahat berbunyi. Saat bel tanda istirahat berbunyi, semua murid, mulai dari kelas X hingga kelas XII berlomba-lomba menuju kantin sekolah untuk membeli makanan dan minuman. Dalam kesehari-hariannya, suasana kantin selalu menampakkan keramaian. Bayangkan saja ketika ratusan murid berkumpul di dalam satu ruangan, tentunya akan terlihat sangat ramai dan penuh sesak. Demikianlah kondisi kantin di rumah kedua kita. Mari kita syukuri dan kita pelihara bersama segala fasilitas yang ada (Aurel Kelas XI IPA2 dan Yohanes Kelas XI IPA3).

MARI BELAJAR BAHASA JAWA

basa-jawa

Setelah 1 tahun mengenyam pendidikan di SMAK Santo Paulus, akhirnya para murid kelas 11 mendapat kesempatan untuk belajar bahasa Jawa. Pelajaran Bahasa Jawa memang tidak diajarkan bagi murid kelas 10 tetapi diwajibkan bagi murid kelas 11. Oleh karena itu, Bapak Marno selaku guru Bahasa Jawa di SMAK Santo Paulus harus memperkenalkan diri terlebih dahulu dan memberi materi pengantar bagi murid-murid kelas 11 yang baru.

Di awal perkenalannya, Pak Marno juga menyampaikan kesepakatan kelas yang salah satunya adalah mengajak para murid untuk berbicara menggunakan Bahasa Jawa ketika di kelas atau hendak mengobrol dengannya. Inilah tanggapan Novita Theresia (XI IPA 1) ketika ditanya mengenai Bapak Marno, “Seru sih kalau ngajar, nggak nakutin kayak ekspetasinya anak-anak tentang guru yang baru dikenal. Apalagi materi-materi belajarnya Pak Marno juga asik. Kita bakal dikenalin sama gamelan gitu dan katanya sih bakalan dibuat lomba tiap kelas, sama kayak tahun lalu”. Gimana menurut teman-teman kelas 11, setuju tidak dengan tanggapan Novita? Selamat menikmati pelajaran Bahasa Jawa selama 2 semester bersama Bapak Marno, ya! Wilujeng Enjing (Cindy F. Kelas XI IPA3).

KELAS BARU ALA ANAK KULIAH

kelas

Suasana kelas yang berbeda memang membuat sensasi tersendiri bagi murid XI IPA 4. Di tahun pelajaran baru kali ini, SMAK Santo Paulus menambah satu ruang kelas dengan dengan memanfaatkan ruang Religiusitas sebagai kelas baru. Kelasnya unik layaknya kelas-kelas di perguruan tinggi dengan bangku perkuliahan ada di dalamnya. Pada awalnya, murid merasa kurang terbiasa karena suasana kelas mereka yang “benar-benar baru”. Namun, seiring berjalannya waktu, para murid mulai terbiasa dengan situasi tersebut. Dengan suasana baru ini diharapkan pelajaran menjadi lebih menyenangkan dan lebih nyaman (Shelly dan Tasya Kelas XI IPA4).

SERAGAM BARU, SEMANGAT BARU

seragam

Senin (25/07/2016) murid-murid SMAK Santo Paulus kelas X mulai mengenakan seragam putih abu-abu yang sedikit berbeda dari para kakak kelasnya. Seragam ini merupakan seragam nasional yang wajib dipakai oleh seluruh murid SMA se-Indonesia. Seragam nasional ini ditandai dengan keberadaan bendera merah putih yang wajib disematkan di atas saku, dasi, sepatu hitam, dan kaos kaki yang berukuran 10 cm di atas sepatu. Rapi adalah kesan yang dapat ditemukan dalam penampilan baru murid-murid kelas X SMAK Santo Paulus. Semoga seragam baru ini juga mampu menghadirkan semangat baru pula.

AYO KITA DISIPLINKAN DIRI!!

DISIPLIN

Sabtu (23/07/2016) murid SMAK kembali masuk ke sekolah sebagai hari kedua di tahun ajaran baru 2016/2017. Semangat dan keceriaan bertemu dengan teman-teman yang baru kembali menghiasi raut wajah mereka.

Hari ini pembelajaran mulai diberlangsungkan seperti biasa sesuai jadwal masing-masing kelas. Pada hari ini juga setiap murid yang dipercayakan menjabat sebagai ketua kelas pada saat istirahat,dipanggil ke ruang pengadaan untuk mengambil buku tata tertib. Senyum masih terpatri di wajah mereka meskipun suasana cukup ramai dan lokasi yang cukup sempit sehingga sempat berdesak-desakan. Setiap ketua kelas mengisi data pengambilan buku tata tertib serta mengisi nama anggota kelas yang tidak hadir pada hari itu. “Buku tata tertib ini membantuku untuk lebih mengetahui setiap penghargaan dan pelanggaran yang ada, serta membuat setiap murid menjadi lebih disiplin.” ujar Jessica Stephanie, murid kelas XA2. Ayo kita disiplinkan diri kita. Semangat!!! (Yohanes dan Aurel XI IPA)

DISIPLIN ADALAH SEBUAH KEBANGGAAN

X-IPA3

Jumat (22/07/2016), murid-murid SMAK Santo Paulus kembali masuk sekolah dan memulai tahun ajaran baru. Suasana yang baru disertai ekspresi tiap murid yang hangat dan berbeda, perasaan yang campur aduk, serta teman-teman dan adik-adik kelas X yang baru membuat hal yang baru pula di lingkungan SMAK Santo Paulus.

Seperti tahun sebelumnya, kegiatan hari ini diawali dengan misa bersama. Namun, hal yang membedakan daripada tahun-tahun sebelumnya adalah adanya pengumuman juara kedisiplinan kelas. Kelas yang memperoleh penghargaan kelas disiplin adalah kelas dengan kriteria yang anggota kelasnya paling sedikit melakukan pelanggaran dan memiliki jumlah poin yang tinggi. Kegiatan ini merupakan hal yang baru dimulai pada Tahun Ajaran 2016/2017.

Kelas yang dianggap memenuhi kriteria tersebut adalah kelas X IPA 3. Rasa bangga sebagai keluarga kelas X IPA 3 tampak menyelimuti wajah seluruh anggota kelas. Karena kedisiplinan mereka selama satu tahun itu, kelas X IPA 3 mendapatkan piagam penghargaan dari sekolah. Mereka pun diminta untuk maju dan naik ke atas panggung untuk menerima hadiah yang diwakili oleh Ibu Dina, selaku wali kelas mereka. Tak hanya murid kelas X IPA3 yang merasa bangga, wajah wali kelasnya pun tampak begitu bangga terhadap kelas perwalianny. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kedisiplinan yang telah kita pupuk bersama (Yohanes dan Stecia Kelas XI IPA).