KELAS SENI SUARA DI SMAK SANTO PAULUS JEMBER

sensuuu

Selasa (19/03/2019)–Selain belajar seni rupa di SMAK Santo Paulus Jember, murid juga diajari seni suara. Guru seni suara di Santo Paulus Jember adalah Bapak Leopordus Libero atau biasa dipanggil Pak Ibe. Di kelas XI ini, murid-murid diajari untuk menyanyikan satu buah lagu yang dipilih oleh Bapak Ibe. Judul lagu ini adalah April is in my misterss’ face. Di proses pembelajaran kelas Pak Ibe akan membagi menjadi empat kelompok berdasarkan jenis suaranya. Jenis-jenis suara tersebut adalah Sopran, Alto, Tenor, dan Bass. Sopran dan Alto untuk kelompok wanita sedangkan, Tenor dan Bass untuk kelompok laki-laki. Setiap jenis suara memiliki ciri khas yang berbeda-beda ada yang suara tinggi ada juga yang suara rendah. Tujuan pembagian kelompok ini adalah untuk menyatukan semua suara menjadi suatu lagu yang indah dan enak didengar (Devita Kelas XI IPS2)

TAMPILKAN KREATIVITASMU!!

Sabtu (16/03/2019)–Hari ini, suasana perpustakaan SMAK Santo Paulus berbeda dari biasanya. Hal itu dikarenakan hari ini adalah hari terakhir lomba dramatisasi sekaligus pengumuman juara lomba. Sejak pukul 13.00 WIB, perpustakaan dipadati dengan murid-murid dari kelas 10 dan 11. Penampilan pertama dari kelas XI IPA 1 sukses memukau para juri. Mereka mendramatisasikan novel berjudul Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye. Lalu dilanjutkan penampilan dari kelas X IPS 1, XI IPS 1, X MIPA 4, dan XI IPA 2. Waktu yang paling ditunggu-tunggu pun tiba. Pak Ujang, Pak Miko, dan Bu Dyah selaku para juri mendiskusikan siapa yang layak meraih juara 1, 2, dan 3. Setelah kurang lebih 10 menit, para juri menyampaikan komentar-komentar mengenai penampilan lomba dramatisasi dari setiap kelas. Setelah itu, Pak Ujang mulai membacakan pemenang lomba dramatisasi tahun 2019. Juara satu, dua, dan tiga secara berturut-turut diraih oleh kelas XI IPA 1, XI IPS 4, dan XI IPA 3. Murid-murid yang menjadi juara langsung bersorak senang. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hadiah oleh para juri. Tak lupa mereka juga berfoto bersama. Selamat bagi para juara lomba dramatisasi tahun 2019! Ivan H. Kelas X IPA3)

DRA

MENDALAMI MATERI DENGAN PRAKTIKUM

Jumat (15/03/2019)–Kegiatan belajar-mengajar di SMAK Santo Paulus tidak hanya dilakukan secara teori tetapi juga secara praktik. Hari ini, murid-murid kelas X IPA 3 melakukan praktikum kimia. Dengan bimbingan dari Bu Tri selaku guru kimia, mereka melakukan praktikum dengan serius dan antusias. Mereka melakukan praktikum tentang reaksi redoks dan bukan redoks. Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang disertai perubahan bilangan oksidasi. Redoks adalah singkatan dari reduksi dan oksidasi. Reaksi reduksi berarti reaksi yang disertai dengan penurunan bilangan oksidasi. Reaksi oksidasi berarti reaksi yang disertai dengan kenaikan bilangan oksidasi. Dalam melakukan praktikum, para murid X IPA 3 harus berhati-hati karena ada beberapa bahan kimia yang berbahaya bila terkena kulit. Praktikum berlangsung sekitar 20 menit. Dengan adanya praktikum ini, para murid diharapkan semakin mudah dalam memahami materi pelajaran (Ivan Kelas X IPA3).

PRAK

LOMBA DRAMATISASI NOVEL ANTARKELAS

Kamis (14/03/2019)- Hari ini perpustakaan mengadakan lomba dramatisasi novel yang jatuh pada tanggal 14 Maret 2019 – 16 Maret 2019. Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB dan dibuka dengan kata sambutan dari ketua panitia lomba dramatisasi yaitu Ivan Hernando. Para juri merupakan guru bahasa Indonesia SMAK Santo Paulus Jember. Pada hari pertama terdapat lima kelas yang tampil antara lain, X IPA 2, XI IPS 3, X IPS 3, X IPA 1, dan XI IPA 3. Meskipun waktu latihan bisa dibilang cukup singkat, setiap kelas sudah menampilkan dramanya masing-masing dengan cukup baik. Tak hanya itu, rasa antusias terlihat dari banyaknya murid yang datang menyaksikan lomba dramatisasi hari ini. Bagi kalian yang belum sempat menyaksikan acara ini tenang saja, masih ada dua hari lagi kesempatan kalian. Ayo kita saksikan bersama sebelum ketinggalan! (Lidya/XAI)

TRAVEL HISTORY

Rabu (13/03/2019)- Pembelajaran Sejarah kelas X IPS 1 hari initak lagi membuat murid tertidur pulas di tengah bosannya pelajaran. Tak lagi pusing membahas soal kejadian masa lampau. Dalam kelompok yang sudah dibentuk oleh Bu Berty, para murid dituntut untuk berkreasi sebebas mungkin dalam menjadikan materi ini menjadi sesuatu yang menyenangkan dan seru. Bu Berty memberi kebebasan dalam penggunaan alat dan bahan yang akan dipakai untuk membuat mading kerajaan. Sebagian kelas menggunakan material styrofoam untuk membuat mading agar lebih mudah dipresentasikan. Setelah membentuk bangku di kelas menjadi bentuk “U”, masing masing kelompok diminta untuk mengambil posisi sebagai “pemandu” dan “pengunjung”. Pemandu bertugas berjaga di posisinya dan menjelaskan tentang mading yang dibuatnya kepada para pengunjung. Pengunjung bertugas mencari dan mencatat berbagai informasi yang ia dapatkan saat berkunjung ke semua kelompok. Setiap pengunjung diberi waktu 10 menit di setiap kelompok. Sedangkan Bu Berty berkeliling dan mengawasi serta menilai kecakapan para pemandu. ”Pelajaran Sejarah kayak gini aja terus, seru!” kata Stanley, salah satu anggota kelas. Pelajaran sejarah tidak selamanya membosankan, para guru tidak selamanya menjelaskan, dan murid tidak selamanya mendengarkan. Ada masa di mana para murid saling menggurui dan ada masanya mereka saling belajar bersama. Metode pembelajaran hari ini membuat pelajaran sejarah tak lagi membosankan dan juga dapat membangun karakter sosial pada murid. Para murid juga lebih mengerti akan materi yang sedang dibahas tanpa membuang waktu yang lama. Murid memiliki caranya untuk mengerti dan guru memiliki cara untuk mewujudkannya (Kezia Keren Sutejo XS1/21).

history

PENYULUHAN BAHAYA NARKOBA DAN PERGAULAN BEBAS

Selasa (12/03/2019)- Universitas Politeknik Jember mengadakan seminar tentang bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Seminar tersebut diadakan pada hari Selasa, 12 Maret 2019 bertempat di Gedung Serbaguna Soetrisno Widjaja. Terdapat beberapa SMA dari Jember dan sekitarnya yang turut memeriahkan acara ini. SMAK Santo Paulus Jember sendiri mengeluarkan lima belas anak yang terdiri dari sebagian anggota osis, jurnalistik dan fotografer. Acara dimulai dengan kata sambutan dari direktur politeknik jember. Agar acara semakin menarik, mereka mengadakan doorprize dengan cara memberi pertanyaan yang harus dijawab oleh setiap anak yang maju ke depan. Dari rangkaian acara ini, diharapkan setiap orang terutama generasi muda bangsa semakin banyak yang sadar akan pentingnya masa depan mereka tanpa harus dirusak oleh obat-obatan terlarang dan pergaulan bebas. Salam generasi milenial! (LVG/XA1)

PERSIAPAN DRAMATISASI

Senin (11/03/2019)- Tiga hari sebelum lomba dramatisasi SMAK Santo Paulus Jember dimulai, terlihat beberapa kelas mulai melakukan latihan drama. Beberapa anak berkumpul dalam ruang kelasnya masing-masing untuk melaksanakan latihan dramanya. Tak terkecuali kelas X IPA 1 yang turut mengambil bagian dalam lomba ini. Lomba yang akan ditampilkan mengusung tema yang terdapat dalam novel di perpustakaan. Kelas ini mendapat no. urut empat dalam lomba tersebut. Harapan untuk menang, membuat kelas dengan nama Psikopat ini berusaha dan berlatih dengan maksimal. (Lidya Ganda/XAI)